Niat Puasa Weton Anak dan Tata Caranya

Puasa weton anak adalah niat puasa yang dilakukan pada hari kelahiran anak berdasarkan kepercayaan Kejawen. Sebelum melakukannya, Sobat Sokmo harus melafalkan niat puasa weton anak terlebih dahulu. 

Puasa weton anak merupakan aktivitas tirakat yang dilaksanakan orang tua pada hari kelahiran anaknya. Maka dari itu, niat puasa hari kelahiran anak dicari banyak orang tua. 

Niat Puasa untuk Anak 

Inilah niat puasa di hari kelahiran anak yang perlu diketahui para orang tua: 

“Ibu bumi bapa toya ibu wengi bapa rino, kakangku barep adiku wuragil, dina pitu pasaran limo, kiblat papat limo pancer kalebu sak isining jagat alam bawono kabeh.”

“Kulo (nama orang tua) ngaturaken sedaya lepat nyuwun agung ing pangapuro, serta kawulo nyaosaken sembah bekti kulo konjuk ing ngarsa penjenangan sedaya, nyuwun bebantu, nyuwun pituduh, nyuwun pitutur, nyuwun pituntun, serta nyuwun pitulunganipun panjenengan sedaya.”

“Karewang rewangono anggen kawulo nirakati jabang bayine (nama anak). Putra/putri kulo mugi dados tiyang ingkang migunani pribadi, keluargo, nusa, lan bangsa. Satuhu, satuhu, satuhu.” 

Tata Cara Puasa Weton untuk Anak  

Sesuai namanya, puasa weton dilakukan pada pasaran kelahiran sang buah hati. Untuk anak yang lahir dengan weton Rabu Wage, maka orang tuanya dapat berpuasa sejak Selasa Pon hingga Kamis Kliwon. Umumnya, puasa weton dimulai pada jam 5 sore, sesuai kemampuan dan keinginan si orang tua. 

Tata cara puasa weton sendiri disesuaikan dengan jenis puasa yang dipilih. Sebagai contoh, jika orang tua memilih puasa mutih, maka ia tidak boleh makan apa pun, kecuali nasi putih dan air bening.  

Manfaat Puasa Weton untuk Anak 

Puasa weton diyakini dapat menjauhkan sang anak dari kesialan, sehingga setiap urusan dan keinginannya dimudahkan. Dengan begitu, sang anak dapat menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri, keluarganya, dan semua orang lain di sekitarnya.     

Bacaan Niat Puasa Weton Menurut Islam 

Tak sedikit yang bertanya, “Bagaimana niat puasa weton menurut Islam? Apakah diperbolehkan atau ada batasannya?” 

Berpuasa pada hari kelahiran sendiri ternyata tidak sepenuhnya diperbolehkan alias ada batasannya. Siapa saja yang lahir pada hari Jumat dan Sabtu tidak dibolehkan untuk berpuasa weton. Ini karena pada kedua hari tersebut tidak diperkenankan untuk berpuasa, kecuali puasa yang wajib, seperti puasa Ramadhan.  

Di dalam Kitab Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd mengatakan bahwa selain Jumat, ada beberapa hari lain yang tidak dianjurkan untuk berpuasa. Beberapa di antaranya: hari Sabtu, hari syak (hari yang meragukan), hari tasyrik, separuh hari terakhir bulan Syaban, dan dahr (berpuasa setahun penuh).  

Selain itu, di dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw. juga bersabda: 

“Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari Jumat adalah hari raya. Maka janganlah kalian jadikan hari raya kalian sebagai hari puasa, kecuali jika kalian berpuasa sebelumnya atau sesudahnya.” (HR. Ahmad).

Selain itu, ada juga hadis berikut: 

“Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.”(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa’i dan dishahihkan Al-Bani). 

Akhir Kata 

Demikianlah niat puasa weton untuk anak dan tata caranya. Selamat menunaikan niat puasa weton anak!