Tata Cara dan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Puasa Ramadhan terkadang tidak berjalan lancar, sehingga harus diganti pada bulan berikutnya. Saat hendak menggantinya, seorang Muslim harus membaca niat puasa qadha Ramadhan.  

Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa di antaranya: sengaja makan, sengaja minum, muntah, mengeluarkan mani, berhubungan seksual, haid atau nifas, pingsan, gila, murtad, dan merokok.  

Niat Qadha Puasa Ramadhan 

Mazhab Syafi’i mewajibkan seorang Muslim untuk membacakan niat qadha puasa sebelum mengganti puasanya. 

Keharusan untuk membaca doa niat puasa qadha ini tercantum di dalam hadis Rasulullah Saw. berikut: 

“Barang siapa yang tidak memalamkan niatnya sebelum fajar, maka tidak ada puasa bagianya. Karena tidak ada jalan yang lain kecuali mengucapkan niat puasa setiap hari berdasarkan pada redaksi zahir hadist.” (Syekh Sulaiman Al Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, Juz II).     

Nah, inilah niat ganti puasa yang wajib dilafalkan pada malam sebelum melakukan qadha puasa Ramadhan: 

“Nawaitu sauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.”

Arti: 

“Aku niat untuk meng-qadha puasa di bulan Ramadhan besok hari karena Allah Swt..” 

Bacaan niat puasa qadha Ramadhan di atas dapat dibacakan di dalam hati maupun secara lisan. 

Doa Buka Puasa Qadha Ramadhan 

Selain membaca niat menambal puasa Ramadhan, seorang Muslim yang ingin mengqadha puasa juga harus membaca doa buka puasa sebelum berbuka, yaitu: 

“Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa‘alaa rizqika afthortu birohmatika yaa rhamar roohimin.”

Arti: 

“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku beriman dan dengan rezeki-Mu, maka aku berbuka puasa, dengan rahmat dari-Mu, ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih.” 

Tata Cara Puasa Qadha 

Selain niat doa puasa ganti, seorang Muslim yang ingin mengganti puasanya juga harus mengetahui tata cara pusa qadha, yaitu: 

  • Wajib melakukan puasa ganti sebanyak jumlah hari puasa yang ditinggalkan. 
  • Dianjurkan untuk mengqadha puasa secara berurutan.   
  • Wajib melafalkan niat untuk puasa ganti setiap malam sebelum mengganti puasa atau sebelum sahur asalkan belum melakukan hal apa pun yang membatalkan puasa.  
  • Jika lupa berapa pastinya jumlah hari yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan, maka ambillah jumlah terbanyak dari hari yang ditinggalkan agar tidak kurang.   
  • Mengisi waktu kosong dengan beribadah. 
  • Membaca doa buka puasa dengan benar. 

Akhir Kata 

Di atas adalah niat puasa ganti ramadhan karena haid maupun pembatal puasa lainnya. Lafalkan niat dan doa berbuka puasa serta lakukanlah tata cara qadha puasa dengan benar untuk memperoleh ridho Allah Swt..