Niat Puasa Muharram: Pengertian dan Tata Caranya

Pada tahun 2023 ini, tahun baru Islam (1 Muharram) diprediksi jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Jelang pergantian tahun, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa Muharram dengan melafalkan niat puasa Muharram sebelum melaksanakannya. 

Muharram sendiri adalah bulan pertama di dalam kalender Islam, sehingga menjadi tanda dari setiap pergantian tahun kalender Islam. Niat puasa Muharram terkadang disebut sebagai puasa 1 Suro, karena bersamaan dengan tanggal 1 Suro di dalam kalender Jawa. Jika Sobat Sokmo yang ingin memperbanyak amalan pada bulan Muharram, maka simak niat puasa awal tahun Muharram, keutamaan, dan tata caranya di bawah ini. 

Baca juga: Puasa 1444 Hijriah

Pengertian Puasa Muharram 

Sebelum mengetahui niat puasa bulan Muharram, Sobat Sokmo perlu terlebih dahulu memahami apa itu puasa Muharram dan mengapa itu menjadi amalan yang penting. 

Puasa Muharram adalah puasa sunnah yang lebih utama daripada puasa Syaban. Puasa Muharram menjadi salah satu amalan utama karena dilaksanakan untuk menutup akhir tahun Islam yang lama dan menyambut tahun Islam yang baru. Hal ini tercantum di dalam hadis berikut: 

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Arti: 

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR Muslim). 

Niat Bulan Muharram

Setelah mengenal apa itu puasa Muharram dan betapa pentingnya puasa tersebut, saatnya untuk mengetahui niat puasa sunnah Muharram.   

Niat puasa di bulan Muharram dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: niat puasa sunah Muharram secara umum, niat puasa tasu’a, dan niat puasa asyura 2023. 

Doa Niat Puasa di Bulan Muharram

Inilah niat puasa sunah Muharram di dalam huruf Arab, huruf latin Arab, dan bahasa Indonesia: 

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.” 

Arti:

“Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.” 

Niat Puasa Tasu’a Muharram

Rasulullah Saw. pernah bersabda di dalam hadis berikut: 

لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Arti: 

“Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tanggal 9 dan 10 (Muharram),” (HR Ahmad).

Nah, puasa Tasu’a yang dilaksanakan pada 9 Muharram menjadi pendamping puasa Asyura, yang dilaksanakan pada 10 Muharram.  

Seperti puasa lainnya, puasa Tasu’a juga harus diawali bacaan niat puasa tasua berikut ini: 

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.”

Arti: 

“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.”

Niat Puasa Asyura Muharram

Selanjutnya adalah puasa asyura, yang dilaksanakan pada 10 Muharram. Di dalam hadis berikut, Rasulullah Saw. bersabda bahwa puasa asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu: 

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Arti: 

“Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ‘Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”” (HR. Muslim)  

Inilah niat puasa asyura: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.”

Arti: 

“Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Lillahi ta’ala.” 

Niat puasa Tasu’a dan Asyura maupun niat puasa Muharram secara umum dapat dilafalkan secara lisan maupun dalam hati. Selain itu, karena sifatnya sunnah, maka boleh dilafalkan sejak malam sebelum berpuasa maupun hingga sebelum masuk siang zawal (matahari mulai bergeser ke barat), asalkan belum melakukan tindakan pembatal puasa.  

Tata Cara Puasa Muharram   

Usai melafalkan niat puasa Muharram 2023 maupun niat puasa Tasu’a dan Asyura 2023, Sobat Sokmo perlu makan sahur sebelum waktu imsak dan subuh. Dengan demikian, Sobat Sokmo akan tetap berenergi di dalam beraktivitas. 

Setelah salat imsak, Sobat Sokmo harus menahan diri dari setiap hal yang bisa membatalkan puasa. Ini termasuk menahan lapar dan haus, hasrat untuk berhubungan seksual, dan lain sebagainya.   

Pada waktu azan magrib berkumandang, Sobat Sokmo bisa membaca doa buka puasa untuk berbuka puasa. Ingatlah untuk menyantap hidangan yang sehat dan bergizi. 

Akhir Kata 

Setelah mengetahui niat puasa sunnah Tasua dan Asyura serta Muharram secara umum, mari siapkan fisik dan mental agar dapat berpuasa dengan lancar.