Niat Doa Puasa Idul Adha dan Makna di Baliknya

Idul Adha adalah peringatan hari di mana Nabi Ibrahim As. mengorbankan anaknya, Ismail sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah Swt. Terjadi pada bulan Dzulhijjah, tentu saja bulan ini menyimpan banyak keutamaannya, salah satunya dari melafalkan niat doa puasa Idul Adha. 

Niat puasa Idul Adha wajib dilafalkan terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah puasanya. Di dalam bulan Dzulhijjah, ada 3 jenis puasa yang bisa ditunaikan. Simak penjelasannya di bawah ini. 

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa 2023?

Niat Puasa Idul Adha 2023 

Seperti yang dijelaskan di atas, ada 3 puasa sunnah yang bisa ditunaikan pada 10 hari pertama di dalam bulan Dzulhijjah, yaitu: 

1. Puasa Dzulhijjah

Puasa ini ditunaikan dari 1 sampai 7 Dzulhijjah. Ibadah puasa sunnah ini dilandaskan pada dalil berikut: 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud No. 2437.)   

Usai berpuasa Dzulhijjah, disunnahkan untuk melanjutkannya dengan puasa Tarwiyah pada hari ke-8 dan puasa Arafah pada hari ke-9. Inilah doa niat puasa Idul Adha hari pertama sampai hari ketujuh: 

“Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i syahri Dzilhijjah sunnatan lillaahi ta’aalaa.”

Arti: 

“Saya niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.” 

2. Puasa Tarwiyah 

Puasa Tarwiyah ditunaikan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Tarwiyah sendiri berarti proses berpikir, yang terkait dengan peristiwa Nabi Ibrahim As. saat menerima mimpi dari Allah Swt. dan kemudian menafsirkan arti mimpi itu. 

Artinya ternyata adalah perintah Allah Swt. untuk mengorbankan Nabi Ismail As., anak yang sangat dicintainya.  

Untuk memaknai peristiwa itu, umat Islam bisa melafalkan doa niat puasa 2 hari sebelum Idul Adha dan menunaikan puasa Tarwiyah. Inilah bacaan niatnya: 

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaai sunnati yaumit Tarwiyyati lillaahi ta’aalaa.”

Arti: 

“Aku niat puasa sunnah Tarwiyah besok hari karena Allah Ta’ala.”  

3. Puasa Arafah

Terakhir, ada puasa Arafah yang ditunaikan  pada hari ke-9 Dzulhijjah, sehingga bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. 

Inilah niat dari puasa yang bersifat sunnah muakkad ini:  

Niat puasa Arafah Arab pada malam hari: 

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i sunnati Arofah Lillaahi Ta’aalaa.”

Arti: 

“Aku niat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah.” 

Bersifat sunnah, niat puasa Arafah bisa dilafalkan sejak usai Magrib hingga keesokan siangnya asalkan belum melakukan hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut ini niat puasa arafah siang hari: 

“Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi Ta’aalaa.” 

Arti: 

“Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.” 

Akhir Kata 

Demikianlah niat puasa di bulan Idul Adha beserta makna di baliknya. Selamat menunaikan ibadah puasa Idul Adha!